Contoh Data Statistik Beserta Dampaknya

Data dalam bentuk Tabel

Data Dalam bentuk Grafik










Beberapa Dampak yang Ditimbulkan

1.            Pertumbuhan ekonomi melambat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 mengalami perlambatan, dengan tumbuh sebesar 4,6 persen. Angka ini menurun jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 sebesar 4,7 persen.
2.            Pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. PHK terjadi pada industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor. Buruh yang di PHK terus meningkat jumlahnya, seiring dengan terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
3.            Pengangguran meningkat. Jumlah pencari kerja setiap tahun sekitar 2,5 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi sebelumnya, maka banyak pencari kerja yang masih menganggur, sekarang ditambah lagi dengan buruh yang di PHK.
4.            Inflasi bahan pangan meningkat. Meningkatnya inflasi dibidang sembako, sangat terkait erat dengan kebijakan masa lalu yang import minded. Dalam 5 (lima) tahun terakhir, inflasi sembako setiap tahun mencapai 60 persen.
5.            Kemiskinan meningkat. Kalau barang-barang terutama sembako meningkat harganya, penghasilan tidak meningkat bahkan tidak mempunyai penghasilan karena di PHK dan menganggur, maka otomatis kemiskinan meningkat.
6.            Daya beli menurun. Konsekuensi logis meningkatnya harga-harga barang terutama sembako dan penghasilan tidak meningkat, bahkan penghasilan hilang karena di PHK dan menganggur, maka otomatis daya beli masyarakat menurun.
7.            Kesejahteraan masyarakat menurun. Dampak spiral selanjutntya ialah menururnnya tingkat kesejahteraan masyarakat (kesmas).
8.            Gizi masyarakat menurun. Dampak turunannya dari 7 faktor di atas, maka otomatis gizi masyarakat memburuk. Melalui paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah berusaha keras mencegahnya semakin menurunnya gizi masyarakat.
9.            Angka putus sekolah meningkat terutama mereka yang sekolah di swasta dan sedang kuliah di perguruan tinggi.
10.       Depresi meningkat, Menurut Kartono (2002) depresi adalah kemuraman hati (kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan) yang patologis sifatnya. Biasanya timbul oleh; rasa inferior, sakit hati yang dalam, penyalahan diri sendiri dan trauma psikis. Jika depresi itu psikotis sifatnya, maka ia disebut melankholi.
11.       Harga Barang Impor Naik. ini adalah salah satu dampak yang langsung terasa oleh masyarakat yaitu harga barang impor naik. Sebagian besar perdagangan luar negeri Indonesia dijalankan dengan perantara  Dolar AS, sehingga mahalnya dolar AS akan memebuat harga barang impor melambug tinggi seiring degan terus menaiknya kur Dolar AS.Kenaikan harga barang impor ini akan buruk sekali bagi Industri yang berbakan baku impor, contohnya Industri Tahu dan Tempe. mengapa? Karena Industri ini memerlukan banyak sekali kedelai untuk produksinya sedangkan Kebutuhan kedelai di Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, sehingga bila kurs Rupiah melemah terus menerus, maka harga kedelai akan semakin melambung tinggi, dan dampaknya harga Tahu dan tempe akan semakin mahal.Semakin banyak industri berbahan baku impor di Indonesia, maka dampak kurs rupiah melemah terhadap perekonomian akan semakin berat. Selain karena perusahan-perusahaan di Industri itu terancam tutup, para egawai di-PHK, dan pertumbuhan ekonomi juga terancam melambat.
12.       Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat.Untuk menjalankan pembangunan negara, pemerintah seringkali perlu berhutang, baik secara langsung ke lembaga atau negara tertentu, maupun dengan menerbitkan obligasi (surat hutang).
Perusahaan-perusahaan Swasta pun seringkali perlu berhutang dahulu untuk mengembangkan usahanya. Jika hutang-hutang ini dilakukan dalam bentuk Dolar AS , maka pengembaliannya pun harus dilakukan dalam bentuk mata uang yang sama, walaupun kurs Ruiah saat pengembalian hutang berbeda dengan saat pemberianhutang.
Saat Krisis Ekonomi  tahun 1997/1998 dulu, sebagian besar hutang Indonesia baik huang negara maupun hutang swasta berbasis Dolar AS. Akibatnya, ketika kurs Rupiah melemah drastis,
maka perekonomian langsung kolaps. Namun selama beberapa tahun ini, pemerintah lebih banyak berhutang dalam rupiah, sehingga risiko krisis jadi lebih kecil.  Walauun demikian, sebagian sebagian hutang pemerintah Indonesia masih ada yang berdominasi Dolar AS, begitu pula banyak sekali hutang-hutang perusahaan swasta dalam mata uang tesebut. Sehingga ketika kurs Rupiah melemah akan tetap terasa efeknya.
13.       Nilai Gaji Dalam Dolar AS Meningkat, hal ini tanpa perlu dijabarkan pun sudah umum diahami. Kurs Rupiah melemah membuat nilai gaji dalam bentuk Dolar AS atau mata uang asing lainnya jadi meningkat saat ditukarkan dengan Rupiah.


Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari data di atas adalah banyak sekali dampak negatif yang berpengaruh pada perekonomian Indonesia bahkan hanya beberapa dampak positif saja yang terjadi dalam perubahan kurs dolar.


Keputusan yang harus di ambil
Dengan naik nya kurs dolar maka harga barang import pun akan semakin mahal dengan terjadinya peristiwa itu kita dapat membeli barang lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan barang yang di impor dari luar negri contohnya seperti sayur dan buah – buahan yang organik hasil para petani indonesia. Jika masyarakat lebih suka buah-buahan lokal, maka impor buah pun akan turun sehingga pendapatan importir buahpun ikut anjlok, tetapi seiiringan dengan itu, rejeki bagi petani dan pedagang buah lokalpu akan bergeser.

 Referensi
 
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment